Sabtu, 02 Januari 2010

Strategi Belajar






Pertemuan 7
Strategi Belajar

Sebelum memulai materi perkuliahan. Pak amril menanyakan pada mahasiswa/I MP Reg 08. ”Buat apa belajar? “ . Belajar sangat penting dalam kehidupan kita karena seluruh kehidupan manusia adalah proses belajar. Belajar juga dapat menjadikan kehidupan manusia lebih baik dan bermanfaat. Serta setiap agama mewajibkan umatnya untuk belajar, agar kita dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Selain belajar, terdapat isilah lain yang sering digunakan dalam dunia pendidikan yaitu pembelajaran. Pembelajaran membicarakan mengenai interaksi terhadap guru, dosen, atau lingkungan. Belajar yang baik adalah belajar yang sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar atau yang sering disebut seagai pembelajaran kontekstual. Proses pembelajaran tidak boleh dilakukan oleh orang yang sembarangan, harus dilakukan oleh orang yang profesional dan memiliki pengetahuan khusus dibidangnya untuk memberikan kemungkinan dan atau kemudahan untuk memperoleh pengetahuan untuk memperoleh kegiatan yang kita lakukan sehari-hari oleh orang lain untuk belajar dengan sengaja, terarah serta terkendali. Pembelajaran sebaiknya intervensi dengan tujuan terjadinya belajar.

Dalam pembelajaran terjadi perubahan paradigma pendekatan pembelajaran. Perubahan paradigma yang pertama adalah perubahan paradigma pengajaran pembelajaran (teacher centered) menjadi student centered, maksudnya adalah agar para siswa dapat lebih nyaman dan aktiv dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Perubahan yang kedua adalah perubahan landasan yaitu teori belajar behavioristik ke teori belajar konstruktivistik maksudnya adalah peserta didik akan lebih pandai mengontrol dan memilih pengetahuan yang harus diterapkan dalam hidup. Dalam behavioristik terdapat aktivitas penambahan pengetahuan, pengetahuannya bersifat objektif dan pasti, pengetahuannya tersetruktur dengan rapih dan seragam.

Sedangkan dalam kontruktivistik hal yang dilakukan adalah pemaknaan atau pengetahuan, pengetahuan nonobjektif dan senantiasa berubah, serta pengetahuan tersetruktur secara rumit dan beragam. Dan perubahan yang terakhit adalah pendekatan ilmiah yaitu perubahan-perubahan terhadap teori-teori pembelajaran sehubungan dengan berkembanganya zaman serta kebutuhan hidup.

Ada beberapa macam proses pembelajaran yaitu dosusun secara sistemik dan sistematis ; interaksi yang optimal, dosen, mahasiswa, dan sumber belajar ; serta suasana yang menyenangkan, menantang, mendorong semangat dan kegiatan, memungkinkan berkembanganya prakarsa/ inisiatif/ koridor yang diberikan, memberikan keteladanan, membangun kemandirian.

Ada satu jenis pembelajaran yaitu sistem pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema tertentu, tema ditinjau dari beberapa mata pelajaran. Pada pembelajaran tematik disediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum serta menawarkan dinamika dalam pembelajaran. Menghilangkan batas semu antar bagian kurikulum, menyediakan pembelajaran yang integratif dan membantu siswa membangun hubungan antara konsep dan ide pemahaman.

Selain itu terdapat juga yang namanya pembelajaran Kreatif yang berguna untuk mengoganisasikan ajaran dan kegiatan belajar sehingga terjadi belajar aktif. Belajar aktif meliputi diantaranya belajar yang menemukan (discovery learning) ; belajar berbasis masalah (problem based learning) ; belajar kontekstual (contextual learning) ; belajar mandiri (independent learning) ; belajar kooperatif (cooperativ learning) ; blajar pemetaan konsep (concept mapping learning).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar